English Soccer News gives you the latest news about soccer match in Europe and UK. Enjoy!

Aksi korporasi #2

poempm.me


Aksi korporasi #2


Buy back


buy back secara sederhana dapat diartikan sebagai pembelian kembali sebagian saham perusahaan yang beredar di public. Setelah pembelian kembali, saham yang beredar akan berkurang. Lalu kemana saham hasil buy back itu? biasanya akan disimpan sebagai treasury stocks.

Pembelian kembali (buyback) saham tidak selalu dilakukan oleh perusahan terbuka, tapi juga bisa dilakukan oleh perusahaan tertutup. Pembelian kembali (buy back) sejum­ lah saham harus dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Lalu sebenarnya apa alasan sebuah perusa­ haan melakukan buy back sahamnya? Untuk menjaga agar harga sahamnya tidak turun.

Banyak pelaku pasar yang masih belum memahami ke­ bijakan buy back dan akhirnya justru melakukan kesalahan.

Beberapa ada yang menganggap bahwa aksi buyback itu merugikan bagi investor, ada juga yang menganggapnya positif. Lalu apa sih pengaruh buy back dengan saham per­ usahaan tersebut? Buy back dilakukan oleh sebuah per­ usahaan karena mereka melihat harga saham di pasar lebih rendah dari riilnya. Perusahaan cenderung akan menjual kembali saham hasil buy back ketika mereka membutuh­ kan modal.

Aksi buyback biasanya cenderung akan mendongkrak harga saham perusahaan. Sebuah perusahaan menerbitkan 200 juta lembar saham, yang terjual di publik 150 juta lembar masih ada sisa 50 juta lembar yang bisa dibeli kembali oleh perushaan jika sisa 50 juta lembar saham itu dibiarkan maka akan memungkinkan terjadinya penurunan nilai nominal saham dalam jangka panjang jadi dengan kata lain aksi buy back ini bertujuan untuk menjaga likuiditas perusahaan.

Nanti ketika penawaran mulai berkurang dan permintaan tetap, maka saham dari buy back akan dijual lagi ke pasar dan harga saham bisa naik. Besar persentase buy back sa­ ham juga dibatasi, tidak melebihi 10% dari jumlah modal yang ditempatkan. Perusahaan terbuka yang akan melaku­ kan buy back wajib mengumumkan kepada masyarakat tentang informasi­informasi penting yang harus diketahui publik terkait buy back, seperti penentuan harga dan be­ sar persentase, serta jangka waktu buy back saham. Jangka waktu perusahaan yang melakukan pembelian kembali (buy back) paling lama adalah 3 tahun.

Tujuan perusahaan melakukan buyback 


Pembelian kembali (buyback) dimanfaatkan perusahaan se­ bagai langkah untuk menyelamatkan modal dan kekayaan perusahaan. Langkah ini otomatis akan mengurangi jumlah saham yang beredar dan cenderung akan menaikkan EPS (laba per lembar saham). Ketika EPS sebuah perusahaan naik akibat dari aksi buy back saham, maka P/E juga akan turun dan nilai perusahaan dianggap murah oleh investor. Buy back juga membuat perusahaan mengurangi jumlah pembagian laba, dari situlah kekayaan perusahaan bertam­ bah. Jangan kaget jika aksi korporasi buy back ini dianggap positif oleh pelaku pasar atau investor.

Apakah setiap emiten yang melakukan buy back pasti akan selalu naik harga sahamnya? belum tentu!

karena buy back tidak selalu menaikkan harga saham, investor tetap harus cermat melihat fundamentalnya, ada juga emiten yang melakukan buy back sahamnya, tetapi harga sahamnya tetap sulit naik, tergantung kondisi perusahaan. Emiten biasanya melihat pergerakan harga sahamnya, jika masih dalam kategori wajar, maka tidak perlu melakukan buy back. Secara fundamental, aksi buy back saham bisa di­ manfaatkan untuk memperbaiki rasio­rasio keuangan. Bagi investor, aksi buy back bisa menguntungkan, apalagi jika di­ lakukan saat market crash.

MERGER dan AKUISISI 


Merger dan akuisisi juga merupakan jenis aksi korporasi. Kedua aksi korporasi tersebut merupakan sebuah mekanisme penggabungan atau pengambilalihan sebuah kepemilikan perusahaan, organisasi bisnis maupun unit operasi. Aksi korporasi merger dan akuisisi memungkinkan perusahaan untuk semakin bertumbuh ataupun bahkan mengubah lini bisnis mereka. Merger adalah penggabungan atau peleburan dua entitas perusahaan menjadi satu kesatuan, sedangkan akui­ sisi terjadi ketika satu entitas mengambil kepemilikan saham dan kepentingan ekuitas entitas lainnya. Tentunya kedua CEO perusahaan sudah saling setuju bahwa penggabungan (merger) tersebut dilakukan demi kepentingan bersama dari kedua pihak.

Akuisisi pengambil alihan bisa diartikan sebagai pembelian suatu bisnis atau perusahaan oleh perusahaan lain. Pengambil alihan tersebut melalui pengambilan saha atau aset perusahaan. bisa dengan pembelian penuh 100% atau hampir 100% . berapa emiten mengandalkan akuisisi sebagai strategi dalam meningkatkan dan menciptakan sebuah value untuk perusahaan dalam setiap akuisisi ada yang berhasil dan tidak jarang juga ada yang gagal keberhasilan sebuah akuisisi tergantung pada kinerja perusahan pasca akuisisi. akuisisi biasanya dilakukan oleh perusahaan atau emiten yang sudah mastur yang membeli sebuah perusahaan kecil sebuah perusahaan yang lebih kecil akan memperoleh kontrol manajemen sepenuhnya dari perusahaan yang lebih besar dan yang lebih mature.

RIGHTS ISSUE (RI) 


Rights issue (RI) merupakan salah satu aksi korporasi yang terbilang cukup sering dilakukan oleh emiten. Untuk se­ ukuran perusahaan publik, rights issue merupakan bentuk penawaran atas pembelian suatu saham baru kepada para pemegang saham lama. Rights issue (RI) juga biasa dikenal de­ ngan istilah Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Ada beberapa hal yang harus diperhatikan seorang investor terkait rights issue sebuah perusahaan, antara lain:

• Harga per saham baru (harga rights)
• Jumlah saham baru yang akan dijual 
• Tujuan rights issue 
• Tanggal-tanggal penting terkait pelaksanaan rights issue 
• Rasio rights issue

Apa itu harga rights? harga right merupakan sebutan untuk harga penerbitan saham baru melalui right issue lalu apakah harga right ini akan sama deengan harga saham saat ini? tentu tidak bisa jadi harga right lebih rendah atau lebih tinggi dari harga saham saat ini. right issue sering disebut sebagai sentimen positif yang akan mampu mendongkrak kenaikan harga saham terutama jika harga rights di bawah harga saham saat ini. Secara logika, jika sebuah harga rights di bawah harga saham saat ini, maka cenderung akan membuat investor lama lebih tertarik untuk membeli­ nya (menebus rights­nya) karena investor lama mendapat harga yang lebih murah dibanding dengan harga beli awal (sebelumnya). Dengan begitu, perdagangan rights issue juga akan ramai di pasar.

poempm.me

0 Comment: